Searching...
Thursday, December 27, 2012
Thursday, December 27, 2012

PENGANTAR EKONOMI MIKRO...BELAJAR..



uPLOAD TuGaS BiAr Ga Ilang File nya
Tugas 1 Pengantar Ekonomi Mikro

Nama                  : Mirza Rezia Litsbarki
NIM                    : 018559767
Jurusan              : Manajemen
Fakultas              : Ekonomi
UPBJJ                : Samarinda
Reg.Pertama      : 2012.1


Soal :
Untuk meningkatkan pemahanan Anda, Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
1.      Pada saat harga barang Rp.35, jumlah barang yang diminta adalah sebesar 12 unit. Bila harga barang naik menjadi Rp.60, maka jumlah barang yang diminta naik menjadi 5 unit. Berapa elastisitas permintaannya?


2.      Faktor apakah yang menentukan besar kecilnya bagian pajak yang ditanggung oleh konsumen dan produsen? Jelaskan.
3.      Sebutkan syarat optimisasi yang harus dipenuhi dalam pendekatan kurva indiferensi.
4.      Bila biaya total perusahaan sebesar 200.000+2Q+0,5Q2. Berapa biaya rata-rata (AC) dan MC pada saat memproduksi 200 satuan?
5.      Jelaskan hubungan antara biaya variabel rata-rata (AVC), biaya rata-rata (AC) dan biaya marjinal (MC).
Jawab :
1.      Berdasarkan kurva :










Diketahui :
PA = 35
PB = 60
QA =12
QB = 5

Elastisistas Busur dari B ke A
Ed =   =

Elastisitas Nilai tengan dari B ke A
Ed =

5

Kesimpulan : Nilai Ed mempunyai tanda negatif menunjukkan hubungan yang terbalik antara tingkat harga dengan jumlah yang diminta (lereng menurun kurva permintaan).  Nilai elastisitas tersebut dapat dibaca sebagai berikut: Jika harga naik sebesar 10 persen maka jumlah barang yang diminta akan berkurang sebesar 15,65 persen. Artinya jenis barang tersebut bersifar elastis, karena nilai elastisitasnya lebih besar dari satu.

2.      Faktor yang menentukan besar kecilnya bagian pajak yang ditanggung oleh konsumen dan produsen
a.       Asas domisili atau disebut juga asas kependudukan (domicile/residence principle): berdasarkan asas ini negara akan mengenakan pajak atas suatu penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan, apabila untuk kepentingan perpajakan, orang pribadi tersebut merupakan penduduk (resident) atau berdomisili di negara itu atau apabila badan yang bersangkutan berkedudukan di negara itu. Dalam kaitan ini, tidak dipersoalkan dari mana penghasilan yang akan dikenakan pajak itu berasal. Itulah sebabnya bagi negara yang menganut asas ini, dalam sistem pengenaan pajak terhadap penduduk-nya akan menggabungkan asas domisili (kependudukan) dengan konsep pengenaan pajak atas penghasilan baik yang diperoleh di negara itu maupun penghasilan yang diperoleh di luar negeri (world-wide income concept).
b.      Asas sumber: Negara yang menganut asas sumber akan mengenakan pajak atas suatu penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan hanya apabila penghasilan yang akan dikenakan pajak itu diperoleh atau diterima oleh orang pribadi atau badan yang bersangkutan dari sumber-sumber yang berada di negara itu. Dalam asas ini, tidak menjadi persoalan mengenai siapa dan apa status dari orang atau badan yang memperoleh penghasilan tersebut sebab yang menjadi landasan penge¬naan pajak adalah objek pajak yang timbul atau berasal dari negara itu. Contoh: Tenaga kerja asing bekerja di Indonesia maka dari penghasilan yang didapat di Indonesia akan dikenakan pajak oleh pemerintah Indonesia.
c.       Asas kebangsaan atau asas nasionalitas atau disebut juga asas kewarganegaraan (nationality/citizenship principle): Dalam asas ini, yang menjadi landasan pengenaan pajak adalah status kewarganegaraan dari orang atau badan yang memperoleh penghasilan. Berdasarkan asas ini, tidaklah menjadi persoalan dari mana penghasilan yang akan dikenakan pajak berasal. Seperti halnya dalam asas domisili, sistem pengenaan pajak berdasarkan asas nasionalitas ini dilakukan dengan cara menggabungkan asas nasionalitas dengan konsep pengenaan pajak atas world wide income.




3. Syarat pendekatan kurva indiferensi
    Pada pelajaran kurva indiferensi dan kurva atau garis batas anggaran konsumen. Titik singgung antara keduanya menunjukkan tingkat kepuasan maksimal dengan kendala anggaran. Titik ini memberikan kombinasi kuantitas yang optimal. Syarat daya guna marjinal per rupiah sama untuk setiap komoditi. ( dikutip dari Modul pengantar Ekonomi Mikro Modul 3 halaman 19 ).

4. Persamaan / TC : 0,5Q2+2Q+200.000
Jika perusahaan menghasilkan 200 unit maka biaya totalnya adalah :
TC : 0,5 (200)2 + 2 (200) + 200.000
       : 0,5 (40.000) + 400 + 200.000
       : 20.000 + 400 + 200.000
       : 220.400
Saat tidak produksi maka dinilai Nol
TC  : 0,5 (0)2 + 2 (0) + 200.000
       : 200.000

AC = TC/Q
       = 0,5Q2+2Q+200.000/Q
       =0,5Q+2+200.000/Q
       = 0,5 (200) + 2 + 200.000/200
       = 100 + 2+ 1000
       = 1102
Maka Average Cost/AC biaya rata-rata adalah 1102
MC = dTC/dQ
       = 0,5Q2+2Q+200.000
       = Q + 2
       = 200 + 2 = 202
Maka Marginal Cost/MC adalah 202





5.                  Hubungan AVC, AC, dan MC



 









Hubungan kurva AVC, AC dan MC

Hubungan antara Kurva AVC, AC dan MC dapat dijelaskan sebagai berikut: 1)  kurva MC memotong kurva AVC dan AC pada titik minimum; 2) Jika biaya marjinal lebih kecil dari biaya total rata-rata,  maka kurva AC akan menurun; 3) Jika biaya marjinal lebih besar dari biaya total rata-rata.

0 komentar:

Post a Comment

 
Back to top!